FA’IL
الْفَاعِل
A.
Pengertian Fa’il
Fa’il adalah isim mufrad, yang disebutkan sebelum fa’il
merupakan fi’ilnya
Dalam
istilah sehari-hari Fa’il biasa disebut dengan pelaku.Kalimat yang biasanya
menggunakan fail adalah bentuk kalimat Fi’il-Fail (jumlah Fi’liyah)
B.
Pembagian
Fa’il
a.
Fa’il Dzahir ( nama orang,
profesi atau gelar ), seperti
عَلِيٌّ مُحمّدٌ, الْاستاذ, عاءسة,
فاطمة
b.
Fa’il Isim Dhamir ( kata ganti
orang ) . Isim dhamir yang masuk dalam kata kerja baik yang munfashil maupun
muthashil merupakan fa’il
C. Ketentuan-Ketentuan Fa’il
1.
Fa’il adalah
isim yang marfu’
Contoh:
a. نصر زيد محمدا (Zaid menolong Muhammad)
زَيْد adalah
sebagai fa’ilnya karena dia merupakan isim yang marfu’
محَمَّداً bukan sebagai fa’il karena dia manshub
b. ذهب الرجل إلى السوق (Laki-laki itu pergi ke pasar)
الرجل adalah
sebagai fai’ilnya karena dia merupakan isim yang marfu’
االسوق bukan sebagai fa’il karena dia majrur
2.
Fa’il harus
diletakkan setelah fi’il. Apabila ada isim marfu’ yang terletak di depan /sebelum fi’il
maka dia bukan fa’il
Contoh:
محمد يكتب الدرس (Muhammad sedang menulis pelajaran)
محَمَّد bukan sebagai fa’il. Hal ini karena ia
terletak di depan fi’il.
Fa’ilnya adalah berupa dhomir mustatir yang terdapat pada fi’il
يَكْت ب yang taqdirnya adalah هوَ .
3.
Fi’il yang
dipakai adalah fi’il ma’lum. Apabila ada isim mar’fu’ yang terletak setelah
fi’il majhul, maka ia bukan sebagai fa’il.
Contoh:
ضُرِبَ عليّ (Ali dipukul)
عليّ bukanlah sebagai fa’il karena fi’il yang dipakai adalah fi’il
majhul.
4.
Fi’il yang
dipakai harus selalu dalam bentuk mufrod
Contoh:
كتب المسلم الدرس (Seorang muslim itu menulis pelajaran)
كتب المسلمان الدرس (Dua orang muslim itu menulis pelajaran)
كتب المسلمون الدرس (Orang-orang
muslim itu menulis pelajaran)
5.
Bila fa’ilnya
mudzakkar, maka fi’ilnya mufrod mudzakkar. Bila failnya muannats maka fi’ilnya
mufrod muannats.
Contoh:
شرب محمد اللبن (Muhammad telah minum susu)
شربت مري اللبن (Maryam telah minum susu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar